Friday, 17 December 2010

Ayat-Ayat Cinta

 Novel Ayat-ayat cinta karangan Habiburrahman El Shirazy, hingga akhir 2007 telah dicetak ulang 30 kali dan terjual sekitar 300.000 eksemplar.

Isinya dongeng cinta klasik.
Seorang lelaki yang dicintai empat wanita dan ia harus menentukan pilihan.

Lelaki itu adalah Fahri bin Abdillah seorang mahasiswa S-2 asal Indonesia di Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir.
Ia anak penjual tapai yang polos , sederhana, dan sangat taat beragama.
Jatuh cinta adalah sesuatu yang belum pernah terjadi dalam hidupnya dan pacaran adalah sesuatu yang dilarang menurut keyakinan agamanya.

Pada saat hampir bersamaan , empat wanita justru jatuh cinta pada Fahri.

Nurul, mahasiswi dari Indonesia yang menjadi teman dekat Fahri di kampus.

Maria Girgis, gadis Mesir tetangga se apartemen dan sahabat dekat Fahri, beragama Kristen Koptik, tetapi mempelajari dan mengagumi isi Al Quran.

Noura, seorang perempuan Mesir yang terpisah dari orang tuanyadan jatuh ketangan seorang penjahat. Suatu hari ditolong ahri.

Aisha, perempuan berdarah Jerman-Turki yang terkesan saat bertemu Fahri pertama kali di sebuah kereta api.

Dongeng cinta itu kemudian memiliki bobot berbeda karena ditempatkan dalam konteks agama Islam yang dijalani Fahri dengan sangat taat.

Terjadi konflik batin rumit saat Maria menderita koma karena menanggung patah hati yang amat sangat setelah mengetahui Fahri memilih orang lain untuk diperistri.

Maria hanya bisa sembuh kalau disentuh Fahri, sementara Fahri dilarang agamanya untuk menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.

Ayat-ayat cinta adalah fenonema terbaru industri perfilman Indonesia.

Untuk pertama kalinya, MD Pictures menggandakan pita film ini hingga 100 copy.
Sebuah angka yang fenomenal untuk ukuran film nasional.
Rata-rata film Indonesia hanya dicetak 10-20 copy.

Beberapa adegan tidak perlu, juga masih ditemukan.
Seperti adegan suster menutup selimut diatas jenazah.
Untuk memunculkan rasa haru, momen kematian seharusnya tak perlu ditampilkan dengan adegan yang justru sangat mengganggu .

Diluar kelemahan itu, Ayat-ayat cinta membuktikan bahwa orang Indonesia ternyata bukan sekadar kumpulan orang yang hanya bisa menggemari film horor.
harrysuharto

No comments:

Post a Comment